kizi.us
kizi.us adalah situs Berita Olahraga, Prediksi Bola, Bursa Bola, Livescore

BPN Anggap Larangan Sandiaga Kampanye Di Tabanan Merupakan Pelanggaran Pemilu

BPN Anggap Larangan Sandiaga Kampanye Di Tabanan Merupakan Pelanggaran Pemilu

BPN Anggap Larangan Sandiaga Kampanye Di Tabanan Merupakan Pelanggaran Pemilu – Calon wakil presiden nomer urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno gagal kampanye selesai tidak diterima oleh masyarakat Desa Pakraman Pagi, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Hal tersebut tertuang dalam suatu surat pengakuan yg menampik kehadiran Prabowo-Sandi, lantaran mereka telah pilih Calon presiden 01 Jokowi- Ma’ruf Amin serta Calon Legislatif dari PDIP.

Surat pengakuan itu tersebar dua hari sebelum kunjungan Sandiaga Uno ke Bali. Surat pengakuan dari Desa Pakraman Pagi, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan itu diberi tanda tangan Bendesa Kebiasaan Pakramen Pagi I Wayan Yastera, Kelian Kebiasaan Banjar Pagi, I Nyoman Subagan serta I Wayan Sukawijaya dengan tembusan Perbekel Senganan serta Kapolsek Penebel.

Menyikapi hal tersebut, Juru Bicara Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Pipin Sopian mau biar Tubuh Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mengolah perihal itu. Lantaran, itu telah adalah menjadi pelanggaran pemilu.

“Menghalang-halangi peserta pemilu untuk kampanye yaitu pelanggaran pemilu. Saya mau Bawaslu, penegak hukum melakukan pekerjaannya untuk mengolah serta saya sangka kita selayaknya bebas,” kata Pipin di Wadah Center Pemenangan Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (25/2).

Menurut dia, kalau seseorang pasangan calon presiden-wakil presiden mau mengerjakan satu kampanye dalam tempat yg gak dilarang oleh Bawaslu serta KPU, itu bisa serta boleh-boleh saja.

“Ini negara demokrasi, siapa-siapa saja yg ingin kampanye saat patuh jadi selayaknya dikasihkan peluang. Clausal 280 dalam UU pemilu dijelaskan larangan itu cuma pada tempat beribadah, pendidikan serta tempat pemerintah itu yaitu larangan, tempat yg lainnya silakan,” tangkisnya.

Ia mengatakan, biar aparat penegak hukum gak tinggal diam dengan apakah yg dirasakan oleh Sandiga kemarin. Lebih Bawaslu yg menjadi lembaga pengawas pemilu.

“Jadi aneh jika semisalnya ada yg mengadang lantas aparat penegak hukum, Bawaslu tinggal diam. Jadi kami mau hukum ditegakkan buat semua,” katanya.

Awal mulanya, Dua hari sebelum kunjungan Sandiaga Uno ke Bali, tersebar surat pengakuan dari Desa Pakraman Pagi, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan yg diberi tanda tangan Bendesa Kebiasaan Pakramen Pagi I Wayan Yastera, Kelian Kebiasaan Banjar Pagi, I Nyoman Subagan serta I Wayan Sukawijaya dengan tembusan Perbekel Senganan serta Kapolsek Penebel.

Isi surat pengakuan itu menampik kehadiran Sandiaga Uno, lantaran mereka telah pilih Calon presiden 01 Jokowi-Ma’ruf Amin serta Calon Legislatif dari PDIP. Sandi menyebutkan, ia menghargai ketetapan itu, serta mau situasi Bali terus aman lantaran Pariwisata butuh keadaan politik serta keamanan yg konstan.

“Saya mau yakinkan keadaan Bali aman. Lantaran pariwisata itu butuh keadaan politik serta keamanan yg konstan. Jadi, hadirnya saya kesini (Bali) kan atas undangan warga Tabanan. Jika warga lainnya ada yg memprotes tentu kita hormati,” jelas Sandi waktu hadir acara Temu Pebisnis Bali di Hotel Alkyfa, Minggu (24/2).

You might also like